Headlines News :

Laga Krusial Demi Tiket Semifinal


 Para pecinta bola mania pasti akan sangat menantikan hasil dari laga krusial pertandingan leg kedua babak Perempat Final Liga Champion 2013. Antara Barcelona versus Paris Saint Germain (PSG) yang digelar di Camp Nou, kandang Barcelona. Sementara laga lainnya antara Juventus versus Bayer Munchen yang di gelar di turin italia (11/3/2013) dini hari. Kedua Laga ini akan menjadi penentu klub mana saja yang lolos ke Semifinal nanti. 


Jika kita melihat Hasil pertandingan Leg pertama lalu, antara PSG VS Barcelona di babak 8 besar (perempatfinal) Liga Champions 2013 berakhir dengan skor 2-2. Yang di gelar di stadion PSG di Parc des Prince, Rabu (3/4/2013) lalu. Maka kesempatan dan peluang kedua klub masih relatif sama. Bagi kedua klub leg kedua ini akan dimanfaakan secara maksimal untuk meraih kemenangan. Demi sebuah tiket ke babak semifinal nanti. Terlebih Barca yang bermain di kandang sendiri.

Dan di pertandingan perempat final lainnya, antara Juventus dan Bayer Munchen. Laga berat akan dilakoni Juventus saat menjamu Muenchen pada leg kedua perempat final Liga Champions, Rabu atau Kamis (11/4/2013) dini hari WIB. Kubu Juventus harus bekerja keras untuk bisa meraih skor besar setelah dipecundangi 0-2 di Die Roten di Stadion Allianz Arena, rabu (4/3/2013) lalu.

Meski bermian dikandang, Kesempatan Juventus cenderung lebih sulit bila dibanding dengan Bayer Munchen. Juve harus mampu memenangi pertandingan di kandang mereka dengan minimal skor 3-0 sedang kubu Munchen hanya butuh draw saja sudah dapat meloloskan mereka melaju ke semifinal menyusul Madrid dan Dortmund yang lebh dulu dapat tiket semifinal, di pertandingan kemarin. 

Namun, segala kemungkinan di sepakbola masih bisa terjadi. Kesempatan serta peluang masih terbuka lebar. Dan kita semua tahu semua klub yang bertanding di perempat final ini, adalah tim hebat dan terbaik di kancah sepak bola Benua Eropa. Dan yang pasti. Siapapun tim yang terkuat dan mampu meramu permainan yang menarik, merekalah yang layak dan pantas mendapatkan tiket ke semifinal nanti.
Salam Sepak Bola

silahkan baca juga disini

Madrid Masih Terlalu Perkasa untuk Galatasaray

Pada Pertandingan leg 1 babak perempat final Liga Champions antara Real Madrid versus Galatasaray dini hari tadi, kamis (4/3/2013) yang digelar di Santiago Bernabeu, spanyol. Menjadi perhatian banyak pengamat dan para pegila bola mania di seluruh pelosok Dunia. Tak ketinggalan pula para pegila bola mania di seluruh Indonesia.

Setiap pertandinagn dalam liga champions memang selalu asik dan menarik untuk disaksikan. Seakan majeadi magnet tersendiri bagi gibol mania untuk selau memantau dan memonitor terus tiap laga, apalagi saat perempat final di tahun ini. Tentunya setiap laga akan lebih menarik dan pastinya akan bermunculan banyak kejutan yang ada di Lapangan. Karena pada perempat final kali ini banyak sekali klub papan atas Liga Eropa yang turut andil di dalamnya. Bahkan ada yang menjadi jawara klasemen sementara di liga domestik masing-masing. Tentunya ini menjadi daya tarik tersendiri untuk selalu mengikuti perkembangan setiap pertandinagn yang berlangsung selama perempat final sampai final liga Chmapion nanti yang akan digelar di stadion wembley inggris.

Pertandinangn yang banyak diprediksi akan menjadi pertandingan yang seru dan menarik untuk disimak ini, pun ternyata benar adanya tersguhkan di lapangan. Meskipun pihak tuan rumah yang lebih bayak mendomominasi permainan dari pada sang tamu Galatasaray. Namun, pertandinag berjalan sangat menarim sekali dan terlihat skill dan talenta yang luar biasa yang dipergakan oleh pemain bintang Madrid maupun Galatasaray. 

Sebagai tamu dan tim yang dianggap sebagai kuda hitam ini. Galatasaray yang mengandalkan pengalaman Drogba Di lini depan. Dengan skill sangat luar bisa dan penuh talenta, drogba beberapa kali kerap membahayakan pertahanan Madrid. Meskipun masih gagal membuahkan sebuah gol. Secara pengalaman Drogba memang tidak diragugan lagi, tahun kemarin drogba pun turut serta mengantarkan Chelsea juara liga champion. Disisi lain, supley bola dari playmaker andalan mereka Wesley Sneijder dan umpan daerah kerap kali membuat repot barisan belakang Madrid. 

Madrid yang pada pertandingan dini hari tadi, menggunakan formasi terbaiknya dengan memasang Benzema sebagai ujung tombak lini depan. Pemain asal Prancis itu dimanjakan oleh supley dan umpan dari trio gelandang andalan Madrid, Angel Di Maria, Mesut Oezil dan Cristiano Ronaldo. Yang bergerak dari lini tengah. Serangan dan kombinasi apik pemain Madrid, Kerapkali membuat barisan pertahanan Galatasaray kocar-kacir tak disiplin menjaga daerahnya. 

Dan pada menit 9 sontak stadion bernabeu menjadi bergemuruh dengan gol yang diciptakan oleh Ronaldo. Kubu Madrid semakin percaya diri menambah semangat untuk menyerang dan untuk menambah keunggulan. Untuk yang kedua kalinya stadion Madrid kembali bergemuruh dengan gol yang dicetak oleh Benzema di menit 29. Dan stadion pun kian bergemuruh tiada hentinya menyambut Madrid berada diatas angin. Dan keunggulan 2-0 madrid atas galatasaray ini bertahan sampai turun minum. 

Masuk babak kedua, pertandingan semakin sengit, Gala mencoba meningkatkan pemainannya dan terbukti dengan banyak peluang yang tercipta meski harus kandas tanpa membuahkan gol sama sekali. Dan di menit 73, justru Madrid semakin meperkokoh keunggulannya menjadi 3-0, berkat gol yang telah ditorehkan Higuan. 

Dan secara ballposition madrid lebih unggul jauh kisaran 60%-40%. Membuat Galatasray jauh tertinggal dan butuh kerja keras untuk sekedar memperkecil ketertinggaln. Namun disaat pertandingan masih menyisakan 15 menit lagi. Seakan harapan itu, mustahil dan sangat sulit sekali bagi Galatasaray untuk mampu mengejar kertertinggalan yang terlampau jauh. Dan skor 3-0 ini bertahan sampai akhir pertandingan usai.
Dengan kemenangan ini Madrid akan lebih ringan saat mereka bertandang ke markas Galatasaray 9 April nanti. Madrid hanya membutuhkan draw saja. Dan pekerjaan berat justru harus dilalui Galatasaray, mereka harus mampu menang dengan skor 4-0 atau lebih jika ingin lolos ke semifinal nanti. Dan segala masih mungkin terjadi meskipun sangat berat bagi Galatasaray. Dan ini adalah pekerjaan yang sangat berat. Dan sebagai catatan, pertandingan dini hari tadi menjadi bukti bahwa Madrid masih terlalu perkasa buat Galatsaray. 

Salam Sepakbola
bisa di baca juga disni

Misi Pembalasan Barca di Markas PSG

Liga champions selalu memberikan kejuatan tersediri bagi sepak bola di seluruh dunia. Liga para jawara di benua biru ini, seakan menjadi magnet yang luar biasa bagi penimat dan pemerhati sepakbola. Karena tidak bisa dipungkiri lagi, liga yang diikuti oleh para jawara dimasing-masing klub terbaik eropa mempuyai kualitas dan pemain hebat kelas dunia. 

Dan tahun ini, hasil undian perempat final Liga Champions, di Nyon, Jumat (15/3/2013). Paris Saint-Germain akan menjamu Barcelona di leg pertama babak perempat final Liga Champions, Selasa (2/4/2013). PSG sang jawara di liga perancis akan mejajal kekuatan jawara liga Spanyol, Barcelona. Dan ini pasti akan menjadi sangat menarik dan penuh kejutan. Karena kedua klub akan bermain dengan gaya dan karakter masing-masing yang sangat luar biasa sekali.

Dan pertemuan kali ini, akan ajang pertempuran yang sengit dan sarat makna bagi kedua klub. Sejak pertemuan terakhir mereka di ajang liga champions 1995 dulu. Barca harus mengakui kehebatan PSG, pun akhirnya PSG yang lolos ke semifinal dengan agregat 3-2. Sama pada perempat final seperti tahun ini. Keduanya kembali ditakdirkan bertemu lagi, dan pengamat banyak yang menila bahwa ini akan menjadi pertandingan pembalasan Barca atas kekalahannya 18 tahun silam. Dan barca sudah emenunggu masa-masa seperti ini. 

Tentunya, PSG masih ingat sejarah itu. Untuk menyambutnya akan mempersiapkan kekuatan penuh tim terbaiknya saat mereka menjamu Barca. Karena mereka tahu kalo Barca membawa misi ganda ke kandang PSG. Pertama untuk membalaskan atas kekalahan di tahun 1995 dan kedua lolos ke semifinal tahun ini.
Melihat kekuatan kedua klub para jawara di liga masing masing. Tampaknya potensi dan peluanga mereka masing terbuka sangat lebar. Dan mari kita nantikan apakah bara mapu menuntaskan dendamnya dan memberikan mimpi buruk psg di kandang sendiri. Ataukah sealiknya barca harus mengakui keperkasaan PSG seperti 18 tahun silam. Kita tunggu kejutan di kandang PSG, Parc Des Princes. Perancis.
Salam sepakbola

baca juga disini

Menyibak Tabir Skandal Cinta Segitiga di PSSI


Admin/ITALIS YOGI TRISNA(KOMPAS IMAGES)
Pada beberapa bulan terkhir ini, publik dan pecinta sepakbola Indonesia telah diguncangkan dengan gonjang-ganjing skandal kisah cinta segitiga roy suryo, la nyala dan djohar arifin khusen. Kisah mereka sangat mengundang banyak opini dan asumsi di masyarakat, khususnya para penikmat bola dan suporter sejati di seluruh Indonesia. Kisah ini juga sangat booming di dunia media, baik lokal dan nasional bahkan internasional pun sangat mengikuti berbagai perkembangan kisah cinta segitiga mereka.

Kisah mereka dimulai saat Roy Suryo, didaulat sebagai menpora menggantikan Andi Malarangeng yang mengundurkan diri karena ditetapkan sebagai tersangka kasus Hambalang. Dengan begitu sebagai menteri yang baru, maka Roy suryo pun melaksanakan tugasnya sesuai dengan apa yang pernah dilakukan oleh Andi Malarangeng sewaktu masih menjabat sebagai menteri dahulu. Dalam hal ini melakukan koordinasi dengan para petinggi PSSI dan seluruh jajarannya.

Yang kebetulan pada waktu masih menjabat sebagai menteri dahulu. Keberadaan PSSI yang ada sangat memprihatikan, ada dualisme di tubuh PSSI dan disinyalir menjadikan kondosi PSSI yang sedemikian rupa. PSSI mempunyai dua nahkoda dan keduanya mempuyai arah dan tujuan masing-masing. Yang pastinya santa berbeda antara satu dan yang lainnya. Maka sangat sulit sekali, untuk menetukaan visi-dan misi PSSI secara jelas dan professional.

Dari bebrapa pertemuan dengan kedua pentolan PSSI, Jhohar Arifin (PSSI) dan La Nyala Mataliti (KPSI) ini, seiring waktu berjalan, dalam hati Roy Suryo pun mulai tumbuh benih-benih asmara yang tak terelakkan lagi. Namun, berkat kepiawaian LNM dalam melancarkan rayuan mautnya, akhirnya RS pun lebih memilih LNM dari pada jah sebagai pilihanya. Roy menilai LNM lebih gesit dan energik daripada Jhohar yang terkesan simple2 aja meskipun dialah yang legitimasi secara legal formalnya dalam PSSI sebagai wadah yang sah sepak bola Indonesia.
Namun, apa motivasi Roy sehingga dia harus menaruh hati pada LNM. Apakah Roy dijanjikan porsi lebih ataukah Roy beranggapan hanya LNM yang bisa dijadikan kawan untuk bias memuluskan kepentingannya. Namun, entahlah masyarakat sudah terlanjur men-klaim demikian. Tentunya dengan bukti adanya KLB 17 maret 2013 lalu dan semua keputusan KLB disinyalir lebih menguntungkan pihak LNM dengan KPSI-nya dan itu cukup dijadikan bukti secara mendasar oleh publik maupun pengamat sepakbola Indonesia.

Dan pada gilirannya publik semakin dibuat tidak percaya dengan keberadaan PSSI. Mengapa demikian? Karena PSSI yang secara legal pun tak didukung oleh Pemerintah. Aneh memeng. Malah condong ke KPSI yang Notabene secara legal formal tidak sah menjadi wadah bagi sepak bola Indonesia.

Aneh, memang tapi itulah yang sedang terjadi. Entah mau dibawa kemana sepak bola Indonesia kedepan. Publik harus cermat dalam menyikapi agar spekabola Indonesia tidak dipolitisir pihak tertentu dan salah arah. Dan ujung2nya sepakbola Indonesia tidak semakin maju malah semakin redup ditelan jaman. Tanpa prestasi apapun yang didapatkan.

Salam sepakbola

baca juga disini

PSSI oh PSSI


 

Kami masih disini…
Menunggu sesuatu yang pasti..
Kabar terakhir darimu
Yang kabarnya masih ribut melulu…

Kami masih disini.
Setia untuk tetap menanti
Akan meredanya polemik seperti ini..
Entah sampai kapan harus menanti..

PSSI oh PSSI
Malang bener nasibmu
Harus sampai seperti ini
Keributan yang mengoyak negeri
Membuatmu meradang ngeri
Atas ulah organmu sendiri…

Tragis bener nasibmu
Tercabik-cabik sampai urat nadi
Seakan nafasmu mendadak berhenti
Diterpa dualisme dan faksi-faksi

PSSI OH PSSI
kami ngeri…

kami miris dan tak sampai hati
melihat derita kian menjadi-jadi…
do’a kami selalu meyertai
semoga lukamu lekas terobati
agar dapat gagah berdiri
dalam dekap bumi pertiwi
menorehkan bangga setiap anak negeri
atas segala prestasi yang engkau dapati….
salam terkasih dari anak negeri
raih dan rengkuhlah sejuta mimpi…

by : Nandar Dinata

ECL 2013 : Madrid dan Dortmund Melaju ke Semifinal

Berbagai kemungkinan dan prediksi klub mana saja yang bakal lolos dan mendapakan jatah tiket semifinal nanti yang sempat ramai di perbicangkan. kini pun telah Terjawab, usai pertandingan leg kedua babak peremat final liga champion tahun 2013, yang digelar dini hari tadi. madrid dan Borussia Dortmund akhirnya mendapatkan tiket ke babak semifanal tahun ini. Meski harus mereka dapatkan dengan perjuangan sangat berat dan menguras tenaga dan fikiran pemain dan pelatih masing-masing. 

Meski kubu Real Madrid relatif lebih ringan. Dengan mengantongi kemenangan 3-0 atas Galatasaray dalam laga pertama perempat final (3/3/2013). Namun, Perjuangan madrid ternyata tidak juga mudah saat mereka bertandang ke kandang galatasaray dini hari tadi. Kubu tuan rumah Galatsaray membuat perlawanan yang sengit dengan berbagai serangan efektif yang membuat kocar kacir pertahanan Madrid. Dan hampir saja memupuskan harapan madrid untuk malaju ke babak semifinal. 

Kubu Galatasaray memang sedikit lebih unggul dalam pengusaan bola, antara 55% : 45% bola berhasil dikuasai dalam 90” waktu normal dan Galatasaray akhirnya berhasil mengalahkan Madrid dengan skor 3-2 di kandang mereka. Gol Galatasaray dicetak oleh Eboue pada menit 57, w. Sneijder di menit 70 dan Drogba pada menit 73. Sedangkan ronaldo memborong kedua gol bagi madrid pada menit ke 7 dan 90+2.
Namun, sempat dibuat kerepotan dan meski Madrid kalah di kandang Galatasaray dengan skor 3-2, Madrid pun tetap lolos melaju ke babak semifinal dengan agregat 3-5. 

Sedangakan di pertandingan babak perempat final lainya, antara Borussia Dortmund verseus malaga. Yang di gelar di Stadion BVB Stadion Dortmund, Jerman. Kubu tuan rumah Dortmund berhasil memaksimalkan peluang di menit akhir sebelum pertandingan usai, dan mampu menenangi pertadingan dengan skor 3-2. meski sempat tertinggal dengan Malaga pada menit-menit awal pertandingan. 

Kemenangan dortmund berkat gol yang di cetak oleh Lewandowski (40”), Reus (90+1”) dan Felipe Santana (90+3’) sedangkan gol Malaga ditorehkan oleh Joaquín (25”) dan Eliseu (82”). Dan dengan agregat 3-2 akhirnya menghantarkan dortmund berhasil melaju kebabak semifinal bersama Madrid.

Dan masih ada dua laga lagi di babak perempat final tahun ini, yang akan bertanding nanti malam. Yakni, Antara Barcelona vs PSG dan Juventus dan Bayer Munchen. Siapa pun yang lolos nanti, akan menjadi lawan mereka di babak semifinal nanti. dan tentunya pertandingan semifinal nanti akan semakin berat dan menarik lagi. 

Salam Sepakbola

bisa juga anda baca disini

Asma Kambuh Lagi, PSSI Meradang Kesakitan

Pada suatu hari Pak Bolin (guru Sejarah) sedang asyik bercengkrama dengan anaknya di depan teras rumahnya. Bercerita tentang salah satu negara favoritnya di Piala Dunia 2014 nanti. Pak Bolin memang begitu semangat sekali, kalau berbagi cerita apalagi ke anak-anaknya. Karena dia ingin anak nanti punya semangat dan bisa berprestasi seperti negara favoritnya itu. kelak dikemudian hari.
Ketika sedang asyik bercerita. Tiba-tiba ada yang memanggil namanya dan mengajaknya kerumah sakit. Sontak Pak Bolin pun menghentikan sejenak ceritanya. Pak Bolin pun kaget dan bergegas menemui kerumunan orang-orang itu di depan rumahnya. Dan bertanya siapa gerangan yang sedang sakit. Kok mereka kayaknya panik banget.
Pak Bolin : kok, rame banget mau kemana nih?
Bolman : ke rumah sakit pak.  (jawab salah satu dari mereka)
Pak Bolin : Mang siapa yang sakit
Bolman : PSSI
Pak Bolin : Lho kok bisa sakit apa
Bolman : Sakit sesak nafas
Asmanya kambuh lagi
Pak Bolin : Mang kalian ini apanya pssi
Bolman : Saudara jauh pak (suporter/ pecinta timnas)
Pak bolin pun menganguk-ngangukan kepala mendengar jawaban dari bolman dan kawan-kawannya yang kompak seperti saat di stadion itu.
Pak Bolin : Kemarin saya lihat duduk di depan rumah paska klb kemarin…
Bolman : Iya pak, Cuma sebentar aja! kata dokter waktu itu, boleh pulang sementara”
Pak Bolin : kasihan ya PSSI sakit-sakitaan mulu”
Bolman : ehm pak… kami juga kasihan melihatnya. Kayaknya menderita dan susah melulu nasibnya.
Pak Bolin : kira2 penyebabnya apa mas”
Bolman : jelasnya kurang tau pak, katanya sih efek dualisme dan faksi masih membekas dan sulit dihilangkan”
Pak Bolin : oh gitu..
Bolman : sampeyan kok oh gitu aja pak.
Pak Bolin : terus, saudara tuanya, mantri. Sudah dihubungi apa belum. Apa dia sudah tau kalo PSSI sakitnya kambuh dan parah seperti itu.
Bolman : sudah dihubungi pak. Katanya secepatnya menjengut.
Pak Bolin : syukur kalo gitu.
Pak Bolin : Dengar2 katanya kemarin juga sudah dibawa berobat luar negeri, ke dokter spesialis gitu”
Bolman : betul pak, udah dikasih resep yang pas dan sesuai. namun PSSI masih bandel, jadi kambuh lagi.
Pak Bolin : Ooh gitu ya…
Bolman : Oya pak maaf ya, lagi buru-buru nih
Pak Bolin : Iya mas hati-hati, maaf saya gak bisa ikut, anak2 sendirian dirumah di tinggal ibunya kondangan tadi.  saya usahakan lain waktu jenguk kerumah sakit.  nitip salam buat PSSI semoga cepat sembuh”
Bolman : makasih pak. nanti saya sampaikan.
Setelah mereka beranjak pergi. Akhirnya Pak Bolin melajutkan ceritanya kembali. Anak-anaknya yang sejak tadi sabar menunggu. Pun bergegas merapikan duduk mereka, untuk mendengarkan kelanjutan cerita dari Pak Bolin.

baca juga di link ini

Skor Aneh dan Unik Babak Perempat Final Liga Champion 2013

Dunia sepakbola memang selalu mempunyai banyak kejutan, keanehan dan keunikan tersendiri. Apalagi dalam hal ini, liga yang digelar tahun ini. Liga champion pun tak luput dari berbagai kejuatan, keanehan dan keuinikan itu. Dalam setiap pertandingan dan laga yang ada di liga champion, banyak memunculkan berbagai macam kejutan, keanehandan keunikan tersebut. Baik itu terjadi di lapangan maupun di luar lapangan.

Berbagai keanehan dan kenuikan yang terjadi di lapangan, pemain banyak yang bertingkah aneh dan unik, yang sempat bikin heboh seluruh penoton yang ada di dalam stadion. Tingkah aneh dan unik para pemain ini, terlebih saat mereka melakukan selebrasi setelah mencetak sebuah gol ke gawang lawan. Ada yang melepas sepatu kemudian sepeti layaknya sedang telpon seseorang, ada yang berlari dengan gaya aneh, menari ala kelompok indian, dan seakan menembak berung terbang, dan berguling-guling sambil memegangi kaki seakan cedera dan masih banyak keanehan dan keunikan lagi yang dilakukan oleh pemain di lapangan.

Dan berbagai keanehan dan keunikan yang terjadi bukan soal pemain yang ada di lapangan saja, bahkan para pelatih, suporter fanatik klub, wasit dan banyak pula berbagai keanehan dan keunikan yang kerap dilakukan tanpa mereka sadari. Yang sering mengundang gelak tawa bagi siapa saja yang menyaksikannya. semua ini bisa anda dapatkan di dunia sepakbola padahal sepakbola adalah olahraga tubuh. Jauh banget dari segi ke-lucu-an. Juga bukan semacam acara srimulat dan adegan lelucon yang sering mengunda gelak tawa penonton dan pemirsanya. 

Dan kejadian yang unik dan aneh lagi, dan bahkan paling aneh dan unik adalah terkait skor yang muncul dalam pertandingan di babak perempat final tahun ini. Entah ini faktor kesengajaan atau bukan. tapi saya menilainya itu bukan suatu faktor kesengajaan dan kebetulan yang dibuat dan di desain oleh para pemain dan klub yang sedang bertanding. Tapi yang bertanding adalah delapan klub eropa dan ada empat pertandingan. Saya rasa sangat sulit untuk dikatakan itu faktor kebetulan semata.

Keunikan dan keanehan skor pertandinngan yang pertama terjadi pada 3/3/2013 lalu, di hari itu ada dua pertandingan yakni antara PSG vs BARCELONA dengan skor akhir 2-2 dan laga antara Munchen vs juventus skor akhir 2-0. 

Kemudian pertadingan antara Madrid vs Galatasaray dengan skor akhir 3-0. Lalu laga antara Malaga vs Dortmund dengan skor Akhir 0-0. 

Maka, ketika kita melihat skor diatas, sekilas skor itu adalah hal yang lumprah dan biasa terjadi dalam sepakbola. Namun, jika kita telisik lebih dalam maka akan muncul keunikan dan keanehan tersebut. Pertama skor yang muncul adalah 2-2 dan 2-0, jika di hitung angaka 2 berjumlah tiga dan 0 ada satu. Pertandinag kedua, skor yang muncul adalah 3-0 dan 0-0, jiak dihitung angak 3 ada satu dan angka 0 berjumlah 3.

Dan ini bukan faktor kebetulan, skor yang muncul di pertandingan tersebut. Dan angka tiga sama dengan laga pertama itu digelar yanki tanggal 3 april 2013.
Keunikan lainnya, jika skor itu dijumlah semuanya : 2+2+2+0+3+0+0+0= 9. Dan sesuai jadwal laga kedua akan digelar pada tanggal 9 dan 10 April 2013 nanti. Aneh dan uniknya angka 9 dari jumlah keseluruhan skor sama dengan tanggal laga kedua babak perempat final yang akan digelar nanti. 

Dan itulah berbagai keanehan dan keunikan yang terjadi di babak perempat final liga champion tahun ini. Entah sebagai faktor kebetulan atau bukan. Namun itulah yang terjadi dan saya rasa itu adalah sebuah keunikan dan keanehan. Dan saya ras itu bukan suatu kebetulan dalam Liga Champion tahun ini. 

Salam Sepakbola

silangkan baca pula disini

Substansi PSSI Masih Samar

Berbicara mengenai Sejarah sepakbola Indonesia, khususnya PSSI sebagai induk sepakbola di Indonesia. Pada beberapa tahun ini, sedang terkena serangan virus yang amat susah dicari penangkalnya. Dari berbagai macam cara teah dilakukan, hasilnya tetap nihil dan tak membuahkan hasil sama sekali. Praktis virus membahayakan itu dengan cepat menjalar keberbagai sisi ruang yang ada di PSSI. Akhirnya PSSI yang digadang-gadang mampu manjadi wadah yang bisa menampung segal urusan dunia persepakbolaan indonesia harus di-Scan ulang bahkan di install ulang, agar segala virus yang bisa mematikan langkah PSSI untuk berkembang bisa hilang dan musnah untuk selamnya. 

Akibat dari virus yang berbahaya tersebut. Seringkali kita menjumpai berbagai gejolak dan polemik yang panjang yang tak jua kunjung usai. Dualisme kepengurusan yang ada di tubuh PSSI. Dan virus semacamnya. Disinyalir menjadi pemicu utama tetap langgengnya polemik itu terus bergulir dan bahkan sulit ditemukan solusi penwarnya. Sehingga PSSI tak bisa mengaplikasikan fungsi dan tugasnya secara baik, elegan dan profesional. 

PSSI terkesan masih telalu bias, samar dan campur aduk keberadaannya. subtansi-nya tidak ada sama sekali, bentuknya memang ada tapi esensi-nya nihil. Ironis memang jika melihat kondisi tersbnut. PSSI saat ini belum bisa dikatakan layak sebagai wadah yang sangat ideal bagi dunia sepakbola Indonesia. faktanya lapangan masih banyak faksi-faksi tetap berseliweran di tubuh PSSI. Yang mana bila keadaan tersebut dibiarkan terlalu lama. Maka, tak ayal PSSI tidak akan pernah bisa solid dan profesional dalam mengurus sepkabola agar lebih baik dan bisa dibanggakan semua warga indonesia. 

Justru yang ada malah perpecahan yang akan terus terjadi. Alhasil, mereka bukannya mendahulukan kepentingan sepakbola Indonesia secara utuh yang ada malah lebih senang mendahulukan kepentingan golongan/kelompok tertentu. Dan apa boleh buat, PSSI hanya akan menjadi sebuah lembaga yang tak punya kekuatan dan kewibawaan sama sekali di mata masyarakat indonesia bahkan dunia. Nampaknya PSSI akan terus dalam lingkaran setan dan terjangkit virus yang sang mematikan dan meluluhlantahkan sendi-sendi di tubuh PSSI sendiri.
 
Di lain sisi, keberadaan Masyarakat Indonesia Secara menyeluruh. Dari Sabang sampai Merauke. Yang selama ini Sebagai penikmat dan pendukung sejati bagi sepakbola Indonesia. Merasa turut prihatin dan semakin miris, bila harus melihat kondisi pssi yang kurang sehat tersebut. Bagaimana tidak, karena sebagian besar masyarakat sudah merasa memiliki PSSI. Dan faktor yang juga mempunyai andil besar dalam perkembangan sepak bola tanah air ini. 

Mimpi dan harapan masyarakat idndonesia, hanya akan tetap menjadi mimpi dan harapan semu belaka. Telah lama masyarakat merindukan sebuah tatanan PSSI dan dunia sepakbola Indonesia yang bagus dan profesional. Layaknya sistem sepakbola di Negara yang lebih maju sepkbolanya yang ada di berbagai belahan dunia. Harapan besar masyarakat indonesia ini, hendaknya bisa jadi sebuah lecutan semangat bagi PSSI saat ini, meski dalam keadaan kurang sehat. Untuk secepatnya melakukan perbaikan secara menyeluruh agar terbebas dari virus yang mematikan yang semapat menjangkiti tubuh pssi ini. 

Semoga bukan mejadi kesalahan terbesar kami. Saat kami mempercayakan kepadamu sebuah mandat agung ini, Akan nasib PSSI dan sepakboal indonesia kedepan Agar bisa selagkah lebih maju dan berjaya selamanya.
Salam Sepakbola

silahkan baca juga disini

Meninjau kembali PSSI hasil Tragedi KLB

Dalam sejarah sepakbola Indonesia, khususnya PSSI sebagai induk persepakbolaan di Indonesia. Baru kali ini kita menjumpai berbagai gejolak dan polemik yang panjang yang tak jua kunjung usai. Dualisme kepengurusan yang ada di tubuh PSSI. Disinyalir menjadi pemicu utama tetap langgengnya polemik itu terus bergulir dan bahkan sulit ditemukan solusinya.

PSSI sekarang masih telalu bias, samar dan campur aduk keberadaannya. Malahan belum bisa dikatakan sebagai wadah yang sangat ideal bagi dunia sepakbola Indonesia. faktanya masih banyak faksi-faksi yang ada di tubuh PSSI. Yang mana bila keadaan tersebut dibiarkan terlalu lama. Maka, tak ayal PSSI tak akan pernah bisa solid dan profesional dalam mengurus sepkabola. Justru yang ada malah perpecahan yang akan terjadi. Ujung-ujungnya mereka bukannya mendahulukan kepentingan sepakbola Indonesia secara utuh yang ada malah mendahulukan kepentingan golongan/kelompok tertentu. 

Disisi lain, Secara keseluruhan Masyarakat Indonesia. Sebagai penikmat dan pendukung sejati sepakbola Indonesia. Akan merasa semakin miris dan prihatin melihat kondisi tersebut. Bagaimana tidak, karena sebagian besar masyarakat merasa memiliki dan memimpikan tatanan PSSI dan persepakbolaan indonesia yang bagus dan profesional. Layaknya tatanan sepakbola di Negara maju yang ada dunia. walaupun ada juga sebagian kecil masyarakat yang tidak merasa risau dan gelisah akan virus (polemik) yang merasuk dalam tubuh PSSI ini. Namun, setidaknya itu bisa jadi catatan bagi PSSI saat ini, untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh demi terciptanya PSSI dan sepakbola Indonesia ke depan lebih baik lagi. 

Pemerintah dalam hal ini, mengambil sikap menengahi antara kedua faksi di tubuh PSSI yang beberapa tahun ini santer di perbigangkan masyarakat indonesia. Dan mencoba memberikan solusi alternatif agar kedua faksi ini bersatu kembali. Karena jika hal itu, yakni dualisme PSSI (KPSI/PSSI) masih tetap ada. Indonesia akan mendapatkan sanksi dari FIFA bahkan terancam bisa di coret dari daftar FIFA. Dan ini tentunya sangat berat bagi pemerintah. Dan setelah mengalami proses yang panjang akhirnya kedua faksi itu mau duduk bersama dan bersepakat untuk bersatu kembali. Maka, kemudian digelarlah Konggres Luar Biasa (KLB) PSSI, pada Tanggal 17 Maret 2013 di Hotel Borobudur Jakarta lalu. 

Namun, apa yang terjadi. Kekisruhan dan dualisme PSSI masih membayangai PSSI hasil KLB kemarin. Walaupun secara resmi mereka telah melebur mejadi satu. Dan itu akan mempersulit bagi PSSI dan perkembangan Sepakbola Indonesia jika kondisi tetap sama seperti pra KLB dulu. Dan bukti yang masih segar adalah saat Indonesia lawan Arab Saudi kemarin. Praktis, faksi itu masih sangat kentara sekali. Misalnya dalam hal formasi pemain, yang sempat manjadi sorotan. Tanpa bermaksud menyudutkan (PSSI) bahwa itu sebuah kesengajaan yang tersistem, ataukah hanya faktor kebetulan semata. Dan Semoga itu hanya kebetulan saja. Meskipun ada pihak yang secara tersirat merasa dirugikan. 

Kemudian yang jadi pertanyaan dibenak masyarakat Indonesia adalah untuk apa KLB itu digelar jika faktanya faksi itu masih tetap ada? apakah hasil KLB itu benar adanya sebagai solusi? Dan itu menjadi topik yang hangat dan diperbincangkan di seluruh penjuru Indonsia. Terlebih pasca kekalahan Indonesia dari Arab Saudi kemarin. Sebuah tatanan PSSI yang apik dan profesional masih jauh dari yang diharapkan masyarakat indonesia secara umum. Dan fakta lapangan mengatakan bahwa PSSI belum secara maksimal menjadi PSSI yang seutuhnya. Ternyata PSSI hasil KLB hanya dalam bentuk semata belum secara substansi adanya.
 
Dan Impian masyarakat yang mendambakan sepakbola Indonesia bisa selangkah lebih maju dan berkualitas pun akhirnya harus tertunda kembali dan bahkan cenderung pupus jika kondisi dalam PSSI masih seperti itu.

Salam Sepakbola Indonesia 

bisa juga di baca disini

Menakar Peluang Indonesia dan Merindukan “Timnas yang Netral dan Tanpa embel-embel” apapun

Mari sejenak kita hilangkan bayangan kekalahan yang telah menimpa timnas indonesia kemarin malam (23/3/2013), dalam ajang pra piala asia 2015 yang akan di laksanakan di Australia mendatang. Bagi Timnas diharapkan jangan sampai terlalu larut dan meratapi kekalahan diperolehnya didepan pendukung sendiri di Gelora Bung Karno kemarin malam (23/3/13). Tapi yang terpenting adalah bagaimana menyikapi setiap kekalahan tersebut sebagai acuan dalam menapaki setiap pertandingan selalanjutnya.

Dalam ajang Pra Piala Asia 2015, Indonesia yang berada di Grup C. bersama Irak, Arab Saudi dan China. Dan Timnas Indonesia telah mengalami dua kekalahan secara beruntun pertama saat tandang ke Irak dan kedua saat menjamu Arab Saudi kemirin malam (23/3/13) di Gelora Bung Karno. Dan masih ada empat laga lagi yang akan dilakoni oleh Timnas Indonesia sebelum babak Final Piala Asia 2015 di gelar nanti.

Bagi Timnas Indonesia, kekalahan dari Irak dan Arab Saudi ini belum menutup peluang untuk dapat lolos ke putaran final Piala Asia 2015 yang akan berlangsung di Australia. Indonesia masih memiliki peluang lolos karena juara dan peringkat kedua masing-masing grup akan secara otomatis lolos. Tentunya jika timnas indonesia mampu memaksimalkan sisa empat laga di grup c ini dengan meraih tambahan poin penuh. 12 poin tambahan untuk mengatrol posisi Indonesia yang berada paling bawah sediri. Dan satu tiket lagi yang lolos adalah peringkat ketiga terbaik di antara lima grup. Sagelanya masih mungkin terjadi. 

Upaya Timnas Indonesia untuk memperjuangkan tiket ke Australia akan kembali dibuktikan saat menjamu China di Gelora Bung Karno pada 15 Oktober 2013 mendatang. China juga buka lawan yang mudah bagi Timnas Indonesia. Dan secara kualitas juga tidak kalah dengan negara lain di Asia. Laga ini akan menjadi laga berat bagi Timnas indonesia, meskipun secara mendasar setiap laga adalah berat dan butuh strategi dan konsentrasi yang penuh selama 90 menit waktu normal. Semoga timnas mampu meraih hasil maksimal di laga nanti, untuk mengamankan tiket ke Australia. 

Harapannya, nanti para pungawa Timnas Indonesia telah siap secara mental dan kualitas untuk meraih asa lolos ke Australia. Mereka para pemain timnas yang akan bertanding di sisa laga Pra Piala Asia 2015 nanti. Adalah Timnas yang bersih, netral dan tanpa “embel-embel” apapun. Timnas yang netral dari embel-embel golongan/kelompok tertentu yang banyak diberitakan dan menjadi topik hangat media cetak, media online, dan lainnya beberapa tahun terakhir ini. Dan hanya ada satu yaitu Timnas Indonesia

Salam Timnas Indonesia Tanpa Embel-Embel


Bisa juga dibaca disini

Pengalaman Berharga bagi Timnas Indonesia


Pertadingan tadi malam (23/3/13) tentunya akan menjadi pelajaran yang sangat berarti bagi timnas Indonesia. Di lapangan mereka harus beradu skill dan strategi permainan untuk bisa merengkuh sebuah kemenangan. Dan kita semua pasti tahu kalau Timnas Arab Saudi adalah salah satu tim kuat Di Benua Asia dan untuk mampu mengimbangi dan mengalahkan mereka bukanlan perkara yang mudah bagi Timnas Indonesia. 

Kendatipun demikian, patut untuk diacungi jempol dan salut banget adalah semangat para pungawa Timnas Indonesia. Meskipun mereka kalah secara fisik (postur tubuh) bukan menjadi persoalan berarti dan merasa minder. Justru yang terlihat semangat mereka begitu sangat membara dan pantang menyerah. Itulah yang mestiya tetap melekat pada pemain Timnas Indonesia dalam setiap pertandingan. 

Strategi yang dipaki oleh Rahmad “RD” Darmawan sangat berbeda dari biasanya. RD menerapkan strategi permainan terbuka dan serangan balik yang cepat, tenyata cukup efektif saat menghadapi Arab tadi malam. Dan terlihat sangat berbeda dari strategi permainan Indonesia saat menghadapai tim-tim kuat di Asia. Bahkan cenderung lebih memilih pola bertahan. Untuk membendung berbagai serangan lawan. 

Meskipun Arab tercatat sebagi salah satu tim terkuat di daratan Benua Asia. Namun, RD sangat yakin dan optimis untuk menerapkan strategi tersebut. Bukan sekedar “gambling” atau spekulasi semata yang ingin disuguhkan oleh RD. justru beberepa serang balik timnas kerap merepotkan barisan pertahanan Arab Saudi. Dan pada saat pertandinag baru berjalan enam menit. Berawal dari sebuah serangan balik yang sangat cepat Timnas Indonesia akhirnya Boaz mampu melesakkan goal kegawang Arab Saudi. 

Sempat unggul duluan lewat goal yang telah dicetak oleh Boaz saat pertandingan berjalan 6 Menit. Sontak membuat Gelora Bung Karno yang sejak menit awal dimulai telah ramai oleh yel-yel supporter timnas semakin bergemuruh menyambut goal boaz tersebut. Antusias suporter yang begitu mengelora membuat rasa percaya diri pemain Timnas pun semakin berlipat-lipat. Permainan mereka semakin meningkat, terhitung banyak tendangan yang mengarah ke gawang dan striker timnas kita kerapkali merepotkan barisan pertahan Arab Saudi yang sangat kokoh dan sulit ditebus. 

Namun, delapan menit kemudian Arab Saudi mampu menyamakan kedudukan 1-1 dan skor ini bertahan sampai turun minum. Dibabak kedua Arab mulai meningkatkan tempo pemainan mereka lewat serangan sayap mereka “sayap padang pasir” yang kerapkali membahayakan sektor pertahan Timnas. Pada Menit ke-56 Al Salem striker Arab Saudi menambah keunggulan menjadi 1-2 dan skor itu bertahan hingga akhir pertandingan. Dan Timnas Indonesia pun harus mengakui keperkasaan Timnas Arab Saudi atas kemenangan yang telah mereka raih.

Meskipun faktanya timnas Indonesia harus menelan kekalahan, namun perlu digaris bawahi adalah ternyata mereka mampu secara kualitas mengimbangi permainan para pemain timnas Arab Saudi. Dan itu menjadi modal penting dan pengalaaman yang sangat berharga bagi Timnas Indonesia di masa yang akan datang.
Bravo Timnas Indonesia

dapat di baca pula disini

Tugas Berat Rahmad "RD" Darmawan dan Timnas Indonesia

Para pecinta dan suporter Timnas Indonesia dalam beberapa hari ini akan menyaksikan kembali pertandingan yang amat ditunggu-tunggu selama ini. Mengapa demikian? Karena  pada pertandingan kali ini tidak ada lagi Timnas  PSSI dan timnas KPSI. Semua pemain terbaik indonesia tergabung menjadi satu dalam naungan PSSI yang belum lama menggelar Konggres Luar biasa (KLB) di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (17/3/2013) dan menghasilkan keputusan penyatuan kembali dualisme kepengurusan di tubuh PSSI, yang beberapa Tahun terakhir ini sangat berdampak terhadap merosotnya prestasi timnas sepakbola indonesia.

Hari sabtu nanti, (23/3/2013) Timnas Indonesia akan menghadapi Arab Saudi, salah satu macan Asia yang sagat disegani dengan segudang prestasi di kancah persepakbolaan Asia dan Dunia. Lawan yang begitu tangguh untuk bisa ditaklukan Timnas Indonesia di pertandingan yang akan digelar di Gelora Bung Karno nanti.

Ironisnya, untuk menghadapi lawan yang tergolong tim favorit di Asia ini, Timnas Indonesia tengah menghadapi berbagai macam goncangan yang amat luar biasa. Baik itu dari sisi internal PSSI sendiri yang baru mengadakan KLB, pergantian pelatih timnas serta porsi waktu latihan para pemain timnas yang sangat mepet sekali pra pertandingan yang akan digelar. Terhitung belum sampai satu minggu pasca KLB kemarin.

Dengan kondisi yang sedemikian rupa, sangat ditakutkan bisa berpengeruh buruk terhadap kondisi fisik dan mental pemain timnas saat bertanding nanti. Dan pada akhirnya permainan mereka kurang maksimal dan menoreh hasil yang buruk di lapangan. Di sisi lain, pelatih timnas Rahmad Darmawan (RD) yang baru ditunjuk usai KLB kemarin, pun harus bekerja ekstra keras dalam waktu yang relatif singkat. Dalam mengemban tugas berat ini, RD di temani oleh Jackson F. Tiago untuk melakukan seleksi para pemain yang layak dan siap diturunkan pada pertandingan melawan Arab Saudi nanti. Mampukah mereka mengemban amanah yang berat ini dari PSSi dan seluruh rakyat indonesia. Kita tunggu hasilnya pasca peluit panjang sang wasit sebagai tanda berakhirnya pertandingan nanti.

Berikut Daftar Pemain Timnas Indonesia vs Arab Saudi yang diumumkan tadi oleh Rahmad Darmawan dari hasil seleksi pelatnas : Kiper : Kurnia Meiga, I Made Wirawan, Samsidar Belakang : Hamka Hamzah, M.Roby, Victor Igbonefo, Abdul Rahman, Zulkifli Syukur, Ricardo Salampessy, Supardi, Ruben Sanadi, Tony Sucipto Tengah : Tony Sucipto, Immanuel Wanggai, Ponaryo Astaman, Ahmad Bustomi, Raphael Maitimo, M. Taufiq, M.Ridwan, Andik Vermansah. Penyerang; Greg, Boaz, Pahabol, Irfan, Kabes, Sergio, Bonai. Semoga pemain Timnas Indonesia berlaga di pertandingan nanti, mampu memberikan hadiah yang menarik bagi seluruh rakyat Indonesia dengan permainan terbaik mereka dan sebuah kemenangan.

Bravo  Sepakbola Indonesia

bisa juga dibaca disini

Timnas Berprestasi, Hanya dongeng belaka?

Kondisi Sepak Bola Indonesia beberapa tahun ini, mengalamai banyak gejolak dan konflik yang luar biasa dahsyatnya dan tak kunjung usai. Fenomena tersebut sudah menjadi suguhan setiap saat bagi pecinta bola dan seluruh rakyat Indonesia yang kebetulan sering melihat berita di
televisi dan media cetak dll, terkait kisruh yang ada di tubuh PSSI.

Masih segar di ingatan kita, di tahun 2012 berbagai gejolak itu sangat kentara sekali. Pertama,  di bulan Maret 2012 lalu, diadakan Kongres Luar Biasa (KLB) di Ancol dan kemudian mendaulat La Nyala Mataliti menjadi ketua umum PSSI yang sah versi Komite penyelamat sepakbola Indonesia (KPSI).  Kedua, antara KPSI dan PSSI sama-sama mengadakan konggres, KPSI di Jakarta dan PSSI di Palangkaraya. Sontak kejadian tersebut membuat sebagian besar warga Indonesia khusunya para pecinta dan penikmat bola merasa aneh dan terheran-heran.

Ketiga, pergantian pelatih timnas yang terkesan sepihak tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu, usai timnas menelan kekalahan dari tuan rumah Irak. Keputusan PSSI tersebut merupakan pukulan telak bagi Nil Maizar selaku pelatih timnas. Bagaimana tidak, disaat Nil Maizar dan pemain timnas sedang masih di Irak,  secara tiba-tiba PSSI justru mengumumkan pelatih timnas baru dari Argentina Luis Manuel Blanco menggantikan Nil Maizar. Publik negeri ini pun mulai bertanya-tanya inikah keputusan terbaik yang harus diambil oleh PSSI untuk menyelematkan sepakbola Indonesia meskipun keputusan itu bisa dibilang sangat arogan untuk sebuah nama besar PSSI.

Keempat, baru beberapa hari kemarin (17/03/2013) diadakan konggres luar biasa (KLB) di hotel borobudur jakarta. Yang kemudian menghasilkan keputusan bersatunya dualisme di tubuh PSSI yang selama ini sering bersebrangan. Meskipun banyak yang pro dan kontra  dan bahkan sempat ada yang menilai KLB tersebut sarat konspirasi dan para mafia ikut andil didalamnya, untuk memenangkan golongan tertentu. Itulah persepsi publik beragam penilaian pun menjadi wajar adanya.

Namun, bukan persolana ada pro kontra dan ada kubu yang menang dan kalah dalam KLB tersebut. Yang menjadi penting adalah bagaimana PSSI mampu membuat formula yang bagus untuk meningkatkan prestasi Sepakbola Indonesia dan Timnas Indonesia untuk bisa berbicara dikancah Asia maupun Dunia.

Kiranya empat poin tersebutlah, yang selama ini menghantui dan menyita banyak waktu PSSI untuk memperhatikan secara maksimal Sepakbola Indonesia. Dan membuat mimpi sebagian besar warga indonesia untuk melihat Timnas Indonesia lebih maju dan berprestasi sempat tertunda. karena, mereka sibuk mengurusi kisruh PSSI dari pada menurus Sepakbola dan Timnas Indonesia.

Tentunya, itu bukanlah tugas yang ringan bagi PSSI. namun, seiring dengan bersatunya kembali pengurus PSSI yang sempat berebranga. Kiranya itu merupakan iktikad baik untuk dapat bersama-sama memajukan sepak bola kedepan. dan juga menjadi penawar rasa was-was warga indonesia selama ini, yang miris menyaksikan kemorosotan timas indonesia akibat kisruh di tubuh PSSI belakangan ini.

Semoga impian warga Indonesia untuk menjadi saksi sejarah atas segala kemajuan dan prestasi terbaik sepakbola dan Timnas Indonesia dimasa yang akan datang bukan hanya dongeng belaka.

Bravo Sepak Bola Indonesia


bisa juga dilihat: disini

Konflik sepakbola Indonesia makin panjang


Pelaksana Tugas Menpora, Agung Laksono menilai PSSI melanggar kesepakatan bersama.




Kementerian Pemuda dan Olahraga menolak memberikan rekomendasi terhadap penyelenggaraan kongres PSSI di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Pelaksana tugas Menteri Pemuda dan Olahraga, Agung Laksono dalam konfrensi pers hari Minggu (9/10) di Jakarta mengatakan PSSI hingga saat ini belum memberikan verifikasi peserta yang akan hadir dalam kongres tersebut.
"Sampai sekarang tanggal 9 Desember pukul 14.30 verifikasi peserta anggota belum dilakukan oleh joint committee sehingga kami belum menerima hasilnya. Berkenaan dengan hal itu maka pemerintah belum dapat memberikan rekomendasi terhadap penyelenggaraan kongres di Palangkaraya," kata Agung Laksono.
Namun menurut Agung pemerintah tidak bisa melarang penyelenggaraan kongres tersebut.
"Kami tidak memiliki kewenangan untuk melarang namun kami tidak memberikan rekomendasi."
Agung mengatakan pemerintah telah berusaha untuk menghubungi pejabat di PSSI namun tidak ada satu pihak pun dari organisasi itu yang bisa dimintai keterangan soal hasil verifikasi kongres tersebut.
"Bahkan ada yang sulit dhubungi bagaimana ini saya sudah dari pagi dan pejabat di kemenpora dan kesra sengaja tidak diliburkan untuk ini."
Selain PSSI, Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia, KPSI juga berencana untuk menggelar kongres serupa namun pemerintah menurut Agung tidak akan menghadiri kongres yang akan digelar oleh keduanya.

Sikap PSSI

PSSI sejauh ini belum berencana mengubah rencana penyelenggaraan kongres yang akan berlangsung besok, sejumlah media di Jakarta melaporkan peserta kongres sudah mulai berdatangan hari ini.
Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI Saleh Mukadar tidak sependapat dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam menangani konflik sepakbola di Indonesia.
"Keputusan ini menguatkan stigma bahwa pemerintahlah yang membuat dualisme PSSI berkepanjangan, dia memberikan izin aktifitas organisasi ilegal semacam KPSI dan tidak mendukung yang legal seperti PSSI," kata Saleh dalam pesan pendeknya kepada Wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.
"Dalam sejarah sepak bola Indonesia atau kongres di negara manapun di dunia ini baru hanya di Indonesia, federasi diwajibkan menyetorkan hasil verifikasi peserta kongres pada pemerintah"
Saleh Mukadar
Saleh juga mengatakan bahwa penyerahan hasil verifikasi peserta kongres kepada pemerintah bukanlah keharusan.
"Dalam sejarah sepak bola Indonesia atau kongres di negara manapun di dunia ini baru hanya di Indonesia, federasi diwajibkan menyetorkan hasil verifikasi peserta kongres pada pemerintah."
PSSI sebelumnya diwajibkab oleh FIFA untuk menggelar kongres pada tanggal 10 Desember untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di dunia sepakbola Indonesia.
Federasi sepakbola dunia itu mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Indonesia jika penyelenggaraan kongres itu gagal digelar oleh PSSI.
Konflik yang terjadi di dunia sepakbola Indonesia telah berdampak terhadap penampilan tim sepakbola nasional Indonesia.
Saat timnas Indonesia berlaga di ajang Piala AFF sejumlah pemain yang tergabung dalam klub di bawah KPSI dilarang untuk memperkuat timnas.
Kondisi ini membuat PSSI tidak bisa membentuk tim terbaik di laga tersebut dan berujung pada gagalnya Indonesia melewati babak penyisihan grup. 

Biografi Ir. Soekarno


Ketika kita mendengar nama Dr.(HC) Ir. Soekarno semua orang pasti teringat dengan proklamator dan juga presiden pertama Indonesia. Nama lahir presiden Soekarno sebenarnya adalah Koesno Sosrodihardjo, beliau lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada tanggal 6 Juni 1901. Jika dilihat dari sejarahnya, Soekarno adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945–1966, beliau juga memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Selain itu, Soekarno juga merupakan penggali Pancasila karena ia yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai dasar negara Indonesia dan ia sendiri juga yang menamainya Pancasila. Beliau juga merupakan seorang Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial, yang isinya, berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan Darat menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen. Setelah pertanggungjawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Presiden Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS pada tahun yang sama dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.

Biografi Masa Kecil & Remaja Soekarno

Soekarno dilahirkan dengan seorang ayah yang bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya yaitu Ida Ayu Nyoman Rai. Keduanya bertemu ketika Raden Soekemi yang merupakan seorang guru ditempatkan di Sekolah Dasar Pribumi di Singaraja, Bali. Nyoman Rai merupakan keturunan bangsawan dari Bali dan beragama Hindu sedangkan Raden Soekemi sendiri beragama Islam. Mereka telah memiliki seorang putri yang bernama Sukarmini sebelum Soekarno lahir. Ketika kecil Soekarno tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur.

Ia bersekolah pertama kali di Tulung Agung hingga akhirnya ia pindah ke Mojokerto, mengikuti orangtuanya yang ditugaskan di kota tersebut. Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School, sekolah tempat ia bekerja. Kemudian pada Juni 1911 Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hoogere Burger School (HBS). Pada tahun 1915, Soekarno telah menyelesaikan pendidikannya di ELS dan berhasil melanjutkan ke HBS di Surabaya, Jawa Timur. Ia dapat diterima di HBS atas bantuan seorang kawan bapaknya yang bernama H.O.S.

Tjokroaminoto. Tjokroaminoto bahkan memberi tempat tinggal bagi Soekarno di pondokan kediamannya. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto saat itu, seperti Alimin, Musso, Dharsono, Haji Agus Salim, dan Abdul Muis. Soekarno kemudian aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Dharmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian ia ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918. Selain itu, Soekarno juga aktif menulis di harian "Oetoesan Hindia" yang dipimpin oleh Tjokroaminoto.

Tamat HBS Soerabaja bulan Juli 1921, bersama Djoko Asmo rekan satu angkatan di HBS, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) di Bandung dengan mengambil jurusan teknik sipil pada tahun 1921, setelah dua bulan dia meninggalkan kuliah, tetapi pada tahun 1922 mendaftar kembali dan tamat pada tahun 1926. Soekarno dinyatakan lulus ujian insinyur pada tanggal 25 Mei 1926 dan pada Dies Natalis ke-6 TH Bandung tanggal 3 Juli 1926 dia diwisuda bersama delapan belas insinyur lainnya. Prof. Jacob Clay selaku ketua fakultas pada saat itu menyatakan "Terutama penting peristiwa itu bagi kita karena ada di antaranya 3 orang insinyur orang Jawa".[14] Mereka adalah Soekarno, Anwari, dan Soetedjo, selain itu ada seorang lagi dari Minahasa yaitu Johannes Alexander Henricus Ondang.

Saat di Bandung, Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto. Di sana ia berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo, dan Dr. Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.

Biografi Kiprah Politik Presiden Soekarno

1. Masa Pergerakan Nasional

Soekarno untuk pertama kalinya menjadi terkenal ketika dia menjadi anggota Jong Java cabang Surabaya pada tahun 1915. Bagi Soekarno sifat organisasi tersebut yang Jawa-sentris dan hanya memikirkan kebudyaan saja merupakan tantangan tersendiri. Dalam rapat pleno tahunan yang diadakan Jong Java cabang Surabaya Soekarno menggemparkan sidang dengan berpidato menggunakan bahasa Jawa ngoko (kasar). Sebulan kemudian dia mencetuskan perdebatan sengit dengan menganjurkan agar surat kabar Jong Java diterbitkan dalam bahasa Melayu saja, dan bukan dalam bahasa Belanda.

Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung yang merupakan hasil inspirasi dari Indonesische Studie Club oleh Dr. Soetomo. Organisasi ini menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia yang didirikan pada tahun 1927. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada tanggal 29 Desember 1929 di Yogyakarta dan esoknya dipindahkan ke Bandung, untuk dijebloskan ke Penjara Banceuy. Pada tahun 1930 ia dipindahkan ke Sukamiskin dan pada tahun itu ia memunculkan pledoinya yang fenomenal Indonesia Menggugat (pledoi), hingga dibebaskan kembali pada tanggal 31 Desember 1931.

Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus 1933, dan diasingkan ke Flores. Di sini, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional. Namun semangatnya tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hasan.

Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu. Soekarno baru kembali bebas pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.

2. Masa Penjajahan Jepang

Pada awal masa penjajahan Jepang (1942-1945), pemerintah Jepang sempat tidak memerhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia terutama untuk "mengamankan" keberadaannya di Indonesia. Ini terlihat pada Gerakan 3A dengan tokohnya Shimizu dan Mr. Syamsuddin yang kurang begitu populer.

Namun akhirnya, pemerintahan pendudukan Jepang memerhatikan dan sekaligus memanfaatkan tokoh-tokoh Indonesia seperti Soekarno, Mohammad Hatta, dan lain-lain dalam setiap organisasi-organisasi dan lembaga lembaga untuk menarik hati penduduk Indonesia. Disebutkan dalam berbagai organisasi seperti Jawa Hokokai, Pusat Tenaga Rakyat (Putera), BPUPKI dan PPKI, tokoh tokoh seperti Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.H. Mas Mansyur, dan lain-lainnya disebut-sebut dan terlihat begitu aktif. Dan akhirnya tokoh-tokoh nasional bekerja sama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang melakukan gerakan bawah tanah seperti Sutan Syahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya.

Presiden Soekarno sendiri, saat pidato pembukaan menjelang pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, mengatakan bahwa meski sebenarnya kita bekerja sama dengan Jepang sebenarnya kita percaya dan yakin serta mengandalkan kekuatan sendiri.

Ia aktif dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, di antaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945, dan dasar dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Ia sempat dibujuk untuk menyingkir ke Rengasdengklok.

Pada tahun 1943, Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo mengundang tokoh Indonesia yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima langsung oleh Kaisar Hirohito. Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran (Ratna Suci) kepada tiga tokoh Indonesia tersebut. Penganugerahan Bintang itu membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut, karena hal itu berarti bahwa ketiga tokoh Indonesia itu dianggap keluarga Kaisar Jepang sendiri. Pada bulan Agustus 1945, ia diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara di Dalat Vietnam yang kemudian menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia sendiri.

Namun keterlibatannya dalam badan-badan organisasi bentukan Jepang membuat Soekarno dituduh oleh Belanda bekerja sama dengan Jepang, antara lain dalam kasus romusha.

3. Masa Perang Revolusi

Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, Panitia Kecil yang terdiri dari delapan orang (resmi), Panitia Kecil yang terdiri dari sembilan orang/Panitia Sembilan (yang menghasilkan Piagam Jakarta) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI, Soekarno-Hatta mendirikan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945; Soekarno dan Mohammad Hatta dibujuk oleh para pemuda untuk menyingkir ke asrama pasukan Pembela Tanah Air Peta Rengasdengklok. Tokoh pemuda yang membujuk antara lain Soekarni, Wikana, Singgih serta Chairul Saleh. Para pemuda menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang sudah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan para tokoh menolak dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang.

Alasan lain yang berkembang adalah Soekarno menetapkan momen tepat untuk kemerdekaan Republik Indonesia yakni dipilihnya tanggal 17 Agustus 1945 saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, bulan suci kaum muslim yang diyakini merupakan bulan turunnya wahyu pertama kaum muslimin kepada Nabi Muhammad SAW yakni Al Qur-an. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan menjadi presiden dan wakil presiden dikukuhkan oleh KNIP. Pada tanggal 19 September 1945 kewibawaan Soekarno dapat menyelesaikan tanpa pertumpahan darah peristiwa Lapangan Ikada tempat 200.000 rakyat Jakarta akan bentrok dengan pasukan Jepang yang masih bersenjata lengkap.

Pada saat kedatangan Sekutu (AFNEI) yang dipimpin oleh Letjen. Sir Phillip Christison, Christison akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia secara de facto setelah mengadakan pertemuan dengan Presiden Soekarno. Presiden Soekarno juga berusaha menyelesaikan krisis di Surabaya. Namun akibat provokasi yang dilancarkan pasukan NICA (Belanda) yang membonceng Sekutu (di bawah Inggris), meledaklah Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya dan gugurnya Brigadir Jenderal A.W.S Mallaby.

Karena banyak provokasi di Jakarta pada waktu itu, Presiden Soekarno akhirnya memindahkan Ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. Diikuti wakil presiden dan pejabat tinggi negara lainnya.

Kedudukan Presiden Soekarno menurut UUD 1945 adalah kedudukan Presiden selaku kepala pemerintahan dan kepala negara (presidensiil/single executive). Selama revolusi kemerdekaan, sistem pemerintahan berubah menjadi semipresidensiil/double executive. Presiden Soekarno sebagai Kepala Negara dan Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri/Kepala Pemerintahan. Hal itu terjadi karena adanya maklumat wakil presiden No X, dan maklumat pemerintah bulan November 1945 tentang partai politik. Hal ini ditempuh agar Republik Indonesia dianggap negara yang lebih demokratis.

Meski sistem pemerintahan berubah, pada saat revolusi kemerdekaan, kedudukan Presiden Soekarno tetap paling penting, terutama dalam menghadapi Peristiwa Madiun 1948 serta saat Agresi Militer Belanda II yang menyebabkan Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan sejumlah pejabat tinggi negara ditahan Belanda. Meskipun sudah ada Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ketua Sjafruddin Prawiranegara, tetapi pada kenyataannya dunia internasional dan situasi dalam negeri tetap mengakui bahwa Soekarno-Hatta adalah pemimpin Indonesia yang sesungguhnya, hanya kebijakannya yang dapat menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda.

4. Masa Kemerdekaan Indonesia

Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. Jabatan Presiden Republik Indonesia diserahkan kepada Mr Assaat, yang kemudian dikenal sebagai RI Jawa-Yogya. Namun karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali berubah menjadi Republik Indonesia dan Presiden Soekarno menjadi Presiden RI. Mandat Mr Assaat sebagai pemangku jabatan Presiden RI diserahkan kembali kepada Ir. Soekarno. Resminya kedudukan Presiden Soekarno adalah presiden konstitusional, tetapi pada kenyataannya kebijakan pemerintah dilakukan setelah berkonsultasi dengannya.

Mitos Dwitunggal Soekarno-Hatta cukup populer dan lebih kuat di kalangan rakyat dibandingkan terhadap kepala pemerintahan yakni perdana menteri. Jatuh bangunnya kabinet yang terkenal sebagai "kabinet seumur jagung" membuat Presiden Soekarno kurang memercayai sistem multipartai, bahkan menyebutnya sebagai "penyakit kepartaian". Tak jarang, ia juga ikut turun tangan menengahi konflik-konflik di tubuh militer yang juga berimbas pada jatuh bangunnya kabinet. Seperti peristiwa 17 Oktober 1952 dan Peristiwa di kalangan Angkatan Udara. Soekarno dan John F. Kennedy

Presiden Soekarno juga banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. Keprihatinannya terhadap nasib bangsa Asia-Afrika, masih belum merdeka, belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri, menyebabkan presiden Soekarno, pada tahun 1955, mengambil inisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menghasilkan Dasa Sila. Bandung dikenal sebagai Ibu Kota Asia-Afrika. Ketimpangan dan konflik akibat "bom waktu" yang ditinggalkan negara-negara barat yang dicap masih mementingkan imperialisme dan kolonialisme, ketimpangan dan kekhawatiran akan munculnya perang nuklir yang mengubah peradaban, ketidakadilan badan-badan dunia internasional dalam penyelesaian konflik juga menjadi perhatiannya.

Bersama Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia), Gamal Abdel Nasser (Mesir), Mohammad Ali Jinnah (Pakistan), U Nu, (Birma) dan Jawaharlal Nehru (India) ia mengadakan Konferensi Asia Afrika yang membuahkan Gerakan Non Blok. Berkat jasanya itu, banyak negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya. Namun sayangnya, masih banyak pula yang mengalami konflik berkepanjangan sampai saat ini karena ketidakadilan dalam pemecahan masalah, yang masih dikuasai negara-negara kuat atau adikuasa. Berkat jasa ini pula, banyak penduduk dari kawasan Asia Afrika yang tidak lupa akan Soekarno bila ingat atau mengenal akan Indonesia.[rujukan?]

Guna menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif dalam dunia internasional, Presiden Soekarno mengunjungi berbagai negara dan bertemu dengan pemimpin-pemimpin negara. Di antaranya adalah Nikita Khruschev (Uni Soviet), John Fitzgerald Kennedy (Amerika Serikat), Fidel Castro (Kuba), Mao Tse Tung (RRC).

Biografi Akhir Hayat Presiden Soekarno

Kesehatan Soekarno sudah mulai menurun sejak bulan Agustus 1965.[26] Sebelumnya, ia telah dinyatakan mengidap gangguan ginjal dan pernah menjalani perawatan di Wina, Austria tahun 1961 dan 1964.[26] Prof. Dr. K. Fellinger dari Fakultas Kedokteran Universitas Wina menyarankan agar ginjal kiri Soekarno diangkat tetapi ia menolaknya dan lebih memilih pengobatan tradisional. Ia masih bertahan selama 5 tahun sebelum akhirnya meninggal pada hari Minggu, 21 Juni 1970 di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta dengan status sebagai tahanan politik. Jenazah Soekarno pun dipindahkan dari RSPAD ke Wisma Yasso yang dimiliki oleh Ratna Sari Dewi. Sebelum dinyatakan wafat, pemeriksaan rutin terhadap Soekarno sempat dilakukan oleh Dokter Mahar Mardjono yang merupakan anggota tim dokter kepresidenan. Tidak lama kemudian dikeluarkanlah komunike medis yang ditandatangani oleh Ketua Prof. Dr. Mahar Mardjono beserta Wakil Ketua Mayor Jenderal Dr. (TNI AD) Rubiono Kertopati.

Walaupun Soekarno pernah meminta agar dirinya dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor, namun pemerintahan Presiden Soeharto memilih Kota Blitar, Jawa Timur, sebagai tempat pemakaman Soekarno. Hal tersebut ditetapkan lewat Keppres RI No. 44 tahun 1970. Jenazah Soekarno dibawa ke Blitar sehari setelah kematiannya dan dimakamkan keesokan harinya bersebelahan dengan makam ibunya. Upacara pemakaman Soekarno dipimpin oleh Panglima ABRI Jenderal M. Panggabean sebagai inspektur upacara. Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung selama tujuh hari.
#Dari berbagai sumber
 
Support : Sudut Berita | Sudut Berita | SB Group
Copyright © 2011. SUDUT BERITA - All Rights Reserved
Template Edited by SB Crew Published by SB Crew
Proudly powered by Blogger